Ditemukan Protein Faktor Kunci bagi Diabetes Wanita Hamil

CHICAGO–MEDIA: Protein di dalam pankreas kemungkinan dapat membawa pengaruh bagi mekanisme untuk penderita diabetes gestational atau yang lebih dikenal sebagai diabetes pada wanita hamil, demikian para peneliti Amerika Serikat mengatakan Sabtu.

Para peneliti di Universitas Stanford menemukan sejenis protein, yaitu menin yang dapat bertindak sebagai rem bagi pankreas untuk mengontrol produksi sel-sel yang dibutuhkan untuk memproduksi insulin yang dapat membantu tubuh mengubah gula menjadi enerji.

Tikus yang tengah mengandung dengan melalui cara rekayasa genetika dibuat memproduksi menin yang terlampau banyak sehingga tak dapat membuat sel-sel yang membuat insulin dan dikondisikan seolah menjadi penderita diabetes semasa hamil.

Kami merasa hasil penelitian kami telah membuka sejumlah kemungkinan termasuk kemungkinan untuk menemukan bagaimana diabetes jenis 3 atau diabetes semasa hamil dan diabetes type 2 yaitu diabetes yang terjadi pada usia dewasa dapat terjadi,” kata Dr.Seung Kim seorang profesor dari Departemen Biology Perkembangan di Universitas Stanford yang menulis hasil penelitiannya itu di Journal Science.

Diabetes gestational atau diabetes yang terjadi pada seorang wanita yang bukan penderita diabetes namun pada saat ia hamil tubuhnya tak dapat membuat dan menggunakan insulin yang dibutuhkan sehingga kelebihan kadar gula dalam tubuhnya.

Di Amerika Serikat terdapat 135 ribu kasus diabetes wanita hamil yang dapat menyebabkan kelahiran bayi cacad dan dapat menurunkan diabetes kepada anak yang dikandung tersebut.

Peneliti-peniliti lainnya telah menemukan bahwa hormon prolactin, ditemukan semasa masa kehamilan, menjadi pemicu produksi insulin atau sel-sel yang memproduksi insulin selama kehamilan.

Mekanisme yang terjadi dibalik proses ini masih belum jelas namun Kim dan rekan-rekannya berpendapat menin memerankan peran penting .

Protein menin sendiri telah memperlihatkan perannya dalam mencegah kanker pada kelenjar pankreas dengan cara memblokir pertumbuhan sel.

Pada saat Kim dan rekan-rekan tim penelitinya memberikan prolactin kepada tikus yang tidak hamil, tingkat menin menurun dan pankreas ukurannya bertambah besar, kondisinya serupa saat kondisi hamil.

Kim dan sejawat-sejawatnya berpendapat prolactin menurunkan tingkat jumlah menin selama kehamilan, sehingga tubuh terkondisi memproduksi sel-sel yang memproduksi insulin untuk mendukung pertumbuhan janin.

“Kami berkesimpulan hal itu yang menjadi kondisi sebab terjadinya diabetes gestational yaitu dimana terjadi ketidak mampuan sel-sel memproduksi insulin untuk merespons sinyal-sinyal pertumbuhan misalnya prolactin,” kata Kim mengomentari.

Ia mengatakan temuan tersebut masih haruis diuji lebih lanjut namun apabila hal itu terbukti benar maka akan membuka jalan untuk melakukan tes baru untuk dapat memprediksi akan kemungkinan seseorang wanita menderita diabetes semasa kehamilannya.

Hal itu juga akan membuka jalan untuk merangsang sel-sel yang memproduksi insulin pada penderita diabetes yang tidak memiliki jumlah sel yang memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup sehingga dapat memproduksi sel-sel tersebut sesuai kebutuhan tubuhnya, demikian diutarakan Kim. (Ant/OL-1)

Sumber: http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=147899

Tinggalkan sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.